|
Saturday, 11 June 2011 |
|
Mali adalah salah satu negara dengan populasi umat Muslim yang banyak. Tercatat ada sekitar 90 persen umat Muslim dari total populasi negara di Afrika Barat itu. Mereka hidup berdampingan dengan sangat baik dengan umat Kristen dan mereka yang masih memeluk agama tradisional.
Islam masuk ke Afrika Barat pada abad IX. Islam dibawa oleh Muslim Berber dan Tuareg yang sebagian besar merupakan pedagang. Para sufi juga berperan pada penyebaran agama Islam di daerah tersebut. Pada awal-awal masuknya Islam di kawasan sebelah barat Afrika itu, Kota Timbuktu, Gao, dan Kano dijadikan sebagai pusat pengajaran Islam. |
|
|
Tuesday, 15 February 2011 |
|
Beragam instrumen astronomi tercipta. Sejarah mencatat observatorium pernah berdiri di Baghdad pada abad kesembilan. Umat Islam juga mencipta astrolabe yang digunakan untuk menentukan letak matahari dan bintang. Di luar itu, masih ada lagi instrumen astronomi kreasi ahli astronomi Muslim. Kreasi itu adalah sextant.
Alat ini berfungsi untuk mengukur kecondongan dataran garis ekliptik secara lebih akurat. Sextant dinding dirancang oleh seorang astronom Muslim bernama Abu Mahmud Hamid al-Khujandi. Ia terlahir pada 940. Nama belakangnya, Khujandi, dinisbatkan terhadap kota asalnya Khudzhand di Rey, Persia. Wilayah kota itu tepatnya berada di tepian Sungai Syrdara. |
|
Pemutakhiran Terakhir ( Tuesday, 15 February 2011 )
|
|
|
Tuesday, 25 January 2011 |
|
Wilayah sub-Sahara Afrika Barat pernah menjadi saksi kejayaan peradaban Islam. Di wilayah yang dikenal dengan sebutan Bilad al-Sudan itu sempat berdiri dinasti-dinasti Islam. Bahkan, di kawasan Afrika Barat juga pernah berdiri perguruan tinggi berkelas dunia bernama Universitas Sankore.
Prof A Rahman I Doi dalam tulisannya bertajuk Spread Islam in West Africa, mengungkapkan, Islam mencapai wilayah Savannah (Afrika Barat) pada abad ke-8 M. “Ajaran Islam mulai diterima oleh Dinasti Dya’ogo dari Kerajaan Tekur pada awal 850 M,’’ ungkap guru besar pada berbagai universitas di Afrika itu.
Fakta itu terungkap dari catatan sejarawan dan penjelajah Muslim di era keemasan Islam, seperti Al-Khwarzimi, Ibnu Munabbah, Al-Masudi, Al-Bakri, Abul Fida, Yaqut, Ibnu Batutah, Ibnu Khaldun, Ibnu Fadlallah al-’Umari, Mahmud al-Kati, Ibnu al Mukhtar, dan Abd al-Rahman al-Sa’di. |
|
Pemutakhiran Terakhir ( Tuesday, 25 January 2011 )
|
|
|
Saturday, 22 January 2011 |
|
Dalam dinamika bisnis dan ekonomi modern, kehadiran institusi perbankan sangat penting. Dukungan layanan perbankan mampu mempermudah transaksi dagang serta membantu permodalan dunia usaha.
Sejatinya, jejak institusi perbankan telah ada sepanjang era kejayaan Islam abad pertengahan. Jaringan perdagangan yang luas menjadi keunggulan peradaban Islam. Para pedagang Muslim membina sektor perekonomian dengan gemilang. Prestasi ini tidak terlepas dari dukungan institusi keuangan yang kuat dan berada di beberapa wilayah Islam.
Menurut penjelasan SM Imam-ud-Din melalui bukunya A Historical Background of Modern Islamic Banking, warisan perbankan Islam bisa ditelusuri sejak masa awal Islam. Yakni, ketika umat Muslim membentuk bait al-mal. |
|
Pemutakhiran Terakhir ( Saturday, 22 January 2011 )
|
|
|
Friday, 31 December 2010 |
|
Sebagai sebuah negeri, Mesir memiliki sejarah panjang. Mulai dari masa Fir’aun, khalifah, hingga masa republik. Sejak zaman kuno (4.000 SM), Mesir telah memiliki peradaban yang tinggi. Peninggalan kejayaan Mesir kuno masih berdiri kukuh hingga saat ini, sebut saja misalnya piramid serta spinx (patung singa berkepala manusia).
Peradabannya yang tinggi, disertai potensi geografis dan budaya yang dimilikinya, membuat Mesir segera ‘bersinar’ ketika Islam masuk ke sana. Mesir segera menjadi negeri yang berperan penting dalam sejarah perkembangan Islam. |
|
Pemutakhiran Terakhir ( Friday, 31 December 2010 )
|
|
|
Saturday, 26 June 2010 |
|
Syahdan, di Negeri Tallo, pada 13 Juli 1626 M atau bertepatan 8 Syawal 1036 H, muncul dari langit cahaya terang benderang menyinari negeri itu hingga Negeri Gowa. Maka, gemparlah masyarakat Gowa melihat cahaya itu. Mereka pun berangkat ke Tallo menceritakan serta mencari tahu fenomena luar biasa yang terlihat di Gowa.
Namun orang Tallo tak tahu apa-apa. Yang mereka tahu, di negerinya telah lahir seorang anak bernama Yusuf. Kisah yang tertoreh dalam lontara Riwayakna Tuanta Salamaka ri Gowa (RTSG) itu menggambarkan kelahiran seorang ulama besar yang juga termasyhur sebagai sufi dan pejuang bernama Asy-Syaikh al-haj Yusuf Abu al-Mahasin Hidayatullah Taj Al-Khalwati al-Makasari atau Syekh Yusuf. |
|
Pemutakhiran Terakhir ( Saturday, 26 June 2010 )
|
|
|