jasad adam ... ruh muhammad ...
 
Minggu, 05 Februari 2012 • 13 Rabiul Awal 1433 Hijriah

Popular Content Scroller

Depresi Pasca Stroke dan Pengobatannya
Jasa Pengecatan Motif Petir
Melayani jasa pengecatan rumah, bangunan, tiang, pagar, kusen, taman dan CAT PETIR/DEKORASI untuk wilayah kota Palembang dan sekitarnya
Hub: SALIN - 085267076558
Notaris Rumiati Laila, SH
Jl. Letjen H. Alamsyah Ratu Prawira Negara No. 12 - Bukit Baru Palembang 30139 - Telepon (0711) 446050

 
Pasang Iklan
yahoo messenger status
infokito on facebook
 

Jadwal Sholat

Perkiraan Cuaca Kota Besar di Indonesia

sumber: bmg.go.id
Home arrow Blog

selamat datang di portal infokito network - jembatan informasi kito                -- Info Terpadu Kota Palembang --          
A blog of all sections with no images
Batik Palembang Terancam Punah PDF Cetak E-mail
Penilaian Pengguna: / 1
Sunday, 27 March 2011

Sungguh ironis, ketika negara lain mengakui batik sebagai salah satu karya seni terindah milik Indonesia, keberadaan batik Palembang justru diambang kepunahan. Saat ini, batik yang muncul sejak era kerajaan Palembang ini semakin langka.

Batik Palembang yang diperkirakan sudah ada sejak 300 silam, mulai menghilang sekitar tahun 1950-an. Sejak masa itu batik khas Palembang yang memiliki sekitar 17 motif ini tidak menjadi perhatian. Terbukti, batik khas Palembang hampir tidak bisa ditemui di sentra-sentra produksi kerajinan khas Palembang lainnya seperti songket dan jumputan.

Pemutakhiran Terakhir ( Sunday, 27 March 2011 )
 
Menelusuri Sejarah Masjid Besar Al Mahmudiyah Suro PDF Cetak E-mail
Penilaian Pengguna: / 1
Sunday, 29 August 2010
Masjid besar Al Mahmudiyah di Jl Ki Gede Ing Suro, Kelurahan 30 Ilir, Kecamatan Ilir Barat (IB) II, Palembang merupakan salah satu masjid bersejarah. Siapa sangka, tempat ibadah umat muslim, akrab disebut Masjid Suro ini sempat telantar sejak didirikan oleh Ki H Abdurahman Delamat tahun 1889 lalu. Tak tanggung-tanggung, masjid ini telantar hingga 32 tahun pada zaman penjajahan kolonial Belanda.

Arti sebuah kemerdekaan, diraih para pejuang kita dengan darah dan pengorbanan diperingati tiap tanggal 17 Agustus sangat berarti bagi kebebasan umat muslim menunaikan ibadah mereka. Menelusuri sejarah Masjid Al Mahmudiyah, hal ini terlihat jelas.
Pemutakhiran Terakhir ( Sunday, 29 August 2010 )
 
Revolusi Dulmuluk dari Masa ke Masa PDF Cetak E-mail
Penilaian Pengguna: / 0
Sunday, 01 August 2010

Kesenian tradisional asli Palembang, Dulmuluk dulu pernah menjadi primadona. Sebelum dan sesudah era kemerdekaan RI, seni dalam bentuk tutur serta teater ini selalu menghiasi acara sunatan hingga pesta perkawinan. Munculnya teknologi, baik televisi, organ tunggal serta hiburan lainya membuat kesenian bernama asli Abdul Muluk sedikit terpinggirkan.

Sejarah panjang kesenian Dulmuluk diyakini Muhsin Fajri, Ketua Himpunan Teater Tradisional Sumsel (HTTS) berasal dari Pulau Penyengat, Provinsi Riau. Tepatnya, pada akhir abad 17 menjelang abad ke-18. Cerita Dulmuluk ditulis oleh Raja Ali Haji dalam bentuk syair dengan huruf Arab gundul. Nama asli cerita itu sebenarnya Abdul Muluk. Namun, dalam perkembanganya, lebih dikenal dengan Dulmuluk.

Pemutakhiran Terakhir ( Sunday, 01 August 2010 )
 
Menelusuri Sejarah Tradisi Ziarah Kubra di Palembang PDF Cetak E-mail
Penilaian Pengguna: / 2
Sunday, 11 July 2010

Tradisi ziarah kubra sudah berlangsung sejak 40 tahun lalu di Palembang. Kala itu, ziarah hanya dihadiri segelintir ulama dan masyarakat. Delapan tahun lalu, jumlah pesertanya membeludak hingga 700 umat muslim. Pada 2009, lebih fantastis lagi. Sekitar 12.000 ribu umat muslim se-Indonesia hingga mancanegara ikut menghadiri acara yang umumnya diikuti anak, cucu serta pecinta ulama dan auliya' (para wali Allah SWT) Palembang Darussalam.

Kota Solo boleh saja terkenal dengan acara Maulid Nabi, yang dihadiri puluhan ribu umat muslim. Jogjakarta pun terkenal dengan acara sekaten. Nah, Kota Palembang patut berbangga. Haul ziarah kubra yang berarti ziarah besar-besaran, dapat menyamai acara di dua kota tersebut. Tahun 2009 lalu, sekitar 200 umat muslim asal Malaysia, Singapura, Thailand, Yaman hingga Arab Saudi ikut menghadiri acara ini. Mereka berbaur dengan umat muslim dari kabupaten/kota se-Sumatera Selatan (Sumsel) ditambah dari Lampung, Jambi, Bangka Belitung (Babel), Medan, Jawa, Kalimantan hingga mencapai 3.000 orang lebih.

Pemutakhiran Terakhir ( Sunday, 11 July 2010 )
 
Menilik Sejarah Gending Sriwijaya PDF Cetak E-mail
Penilaian Pengguna: / 2
Sunday, 20 June 2010

Dalam catatan artikel yang ditulis oleh Sulaiman Ma’ruf di harian Suara Rakyat, edisi Senin, 17 Oktober 1983, disebutkan bahwa menjelang tahun 1943, Kolonel Matsubara, Kepala Pemerintahan Umum Kantor Syu Sei Tyo Palembang atas nama Syu Tyokan meminta kepada O.M. Shida agar Jawatan Penerangan Jepang (Hodohan) membuat lagu Kebesaran Indonesia untuk menyambut kedatangan orang-orang besar Jepang dalam suatu acara resmi.

Usaha ini disampaikan kepada M.J. Su'ud sebagai salah satu pejabat Hodohan. Tetapi niat ini belum kesampaian karena dia keburu ditangkap oleh Kem Pe Tai, karena dianggap ikut terlibat dalam peristiwa pemberontakan rakyat “Air Hitam” Musi.

Pemutakhiran Terakhir ( Sunday, 20 June 2010 )
 
Menapaki Sejarah Berdirinya Eks Lokalisasi Teratai Putih PDF Cetak E-mail
Penilaian Pengguna: / 2
Sunday, 20 June 2010

Prostitusi terselubung mungkin cukup banyak beredar di kawasan metropolis. Namun, kawasan terbesar lokalisasi yang mempunyai nama besar tetap saja disandang eks lokalisasi Teratai Putih, akrab disebut Kampung Baru. Bagaimana awal berdirinya tempat untuk mencari kenikmatan sesaat ini?

Nama Kampung Baru berada di kawasan Km 8, Kelurahan Sukarami, Kecamatan Sukarami Palembang mempunyai makna sendiri. Nama tersebut diistilahkan masyarakat karena terjadinya perpindahan kawasan prostitusi dari Lrg Bambu, Jl Duku, Kelurahan 8 Ilir menuju tempatnya saat ini Km 8, Kecamatan Sukarami. Perpindahan tersebut terjadi sekitar tahun 1973.

Pemutakhiran Terakhir ( Sunday, 20 June 2010 )
 
<< Awal < Sebelumnya 1 2 3 Berikutnya > Akhir >>

Hasil 1 - 10 dari 29
Bagikan

iklan gratishubungi kamibuku tamupeta situssiaran radio islamikoran nasional
Jadwal Sholat Online

ingsun alam sejati ... iman sejati ... islam sejati

Related Items

metropalembang.com

Visitor Info

Ip address:38.107.179.222
Browser:CCBot/1.0 (+http://www.commoncrawl.org/bot.html)
Host:38.107.179.222