|
Sunday, 30 October 2011 |
|
Pemerintah RI menetapkan hari raya Idul Adha 10 Dzulhijjah 1432 Hijriyah jatuh pada Minggu, 6 November 2011. Penetapan ini terkait dengan sidang Itsbat menentukan tanggal 1 Dzulhijjah jatuh pada Jumat 28 Oktober 2011. Sekretaris Jenderal Kementerian Agama Bahrul Hayat yang mewakili Menteri Agama saat memimpin sidang di Jakarta, Jumat (28/10) memutuskan hal tersebut. Sidang itsbat dihadiri berbagai organisasi massa Islam seperti Majelis Ulama Indonesia, Nahdlatul Ulama, Persis, Jamiyatul Washliyah, Persatuan Tarbiyah Islamiyah dan lain-lain. |
|
|
Thursday, 21 July 2011 |
|
Badan Hisab dan Rukyat Provinsi Sumatera Selatan menggelar rapat di Kanwil Kemenag Sumsel, Rabu (20/7) kemarin. Rapat untuk menyepakati jadwal salat dan imsakiyah itu, dipimpin Kabag Tata Usaha (TU) Kanwil Kemenag Sumsel, Drs HM Ridwan MM didampingi Kabid Urais Drs H Hambali MSi.
“Dalam rapat kita sudah sepakati jadwal salat dan imsakiyah Ramadan 1432 H/2011 M,” ujar Drs H Hambali MSi didampingi stafnya, Jamilul Akhmadi. Rapat dihadiri unsur dari Kanwil Kemenag Sumsel, Kemenag kota Palembang, Pengadilan Tinggi Agama, IAIN Raden Fatah Palembang, MUI Sumsel, Muhammadiyah, Nahdlatul Ulama (NU), BMKG (Badan Metrologi, Klimatologi, dan Geofi sika), RRI, TVRI, Pemprov Sumsel, Masjid Agung, Masjid Taqwa dan kalangan profesional. |
|
|
Saturday, 16 April 2011 |
|
Tim Penelitian Arkeologi Nasional (Puslit Arkenas Departemen Kebudayaan dan Pariwisata RI), berjumlah 13 orang, yang diketuai Prof DR Truman Simanjuntak berhasil menemukan 17 kerangka manusia kuno di Gua Harimau Desa Padangbindu Kecamatan Semidangaji Kabupaten OKU.
Truman Simanjuntak yang ditemui di lokasi penggalian Kamis (14/4) mengatakan Gua Harimau memperlihatkan indikator hunian prasejarah dan sekaligus hamparan kuburan. Terbukti sejak penelitian dari tahun 2008 hingga saat ini sudah 17 kerangka manusia kuno yang diperkirakan hidup 3.000 tahun lalu, ditemukan. Peneliti juga menemukan perkakas rumah tangga dari bahan logam. |
|
Pemutakhiran Terakhir ( Saturday, 16 April 2011 )
|
|
|
Sunday, 20 February 2011 |
|
Kondisi Kampung Kapitan sebagai salah satu aset bersejarah di Kota Palembang saat ini cukup memprihatinkan dan terancam musnah. Taman dan sejumlah rumah peninggalan yang ada nampak tidak terawat dan terpelihara dengan baik, bahkan lapuk dan berlumut. Pantauan Sripo, perkampungan terletak di tepi Sungai Musi, Kelurahan 7 Ulu, Seberang Ulu I ini terlihat suram dan tidak mencerminkan dalam pemeliharaan. Sekitar 15 rumah peninggalan yang ada, sebagian sudah pindah tangan dan tidak lagi diurusi pewarisnya.
Sementara taman yang dibuat Pemkot Palembang beberapa tahun lalu--persis di hadapan rumah yang pernah ditinggali Kapten Tjoa Ham Him--nyaris tertutup rerumputan. Termasuk puluhan lampu penghias taman, separuhnya sudah hilang entah kemana. Satu-satunya, rumah peninggalan yang masih dihuni keluarga keturunan sang kapten ialah rumah seluas 18x50 meter yang ditempati Tjoa Kok Liem atau Kohar bersama beberapa anak dan cucunya. “Saya tidak mau terlalu mencampuri urusan orang lain. Tapi sepengetahuan saya beberapa rumah peninggalan leluhur dulu sudah banyak dijual cucu-cucunya,” kata Kohar, saat dibincangi Sripo, Sabtu (19/2). |
|
Pemutakhiran Terakhir ( Sunday, 20 February 2011 )
|
|
|
Friday, 24 December 2010 |
|
Pemerintah provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) dan Bulog Drive III Sumsel kemarin (23/12/2010) menyepakati Pagu alokasi raskin Tahun 2011 wilayah Sumsel sebanyak 107.449.560 Kg untuk 596.942 rumah tangga sasaran (RTS). Asisten II Bidang Ekonomi dan Pemerintahan Pemprov Sumsel, Eddy Hermanto mengatakan, penetapan pagu ini dilaksanakan setelah ada keputusan gubernur. Dia memastikan paling lambat akhir tahun ini SK Gubernur Sumsel tentang penetapan Pagu Raskin 2011 akan keluar, sehingga dapat diikuti dengan penepatan SK kepala daerah di kabupaten/kota di Sumsel dan per 1 Januari 2011 alokasi raskin untuk kabupaten/kota di Sumsel sudah bisa disalurkan ke RTS. |
|
|
|
<< Awal < Sebelumnya 1 2 3 4 5 6 7 Berikutnya > Akhir >>
|
| Hasil 1 - 9 dari 59 |