ingsun alam sejati ... iman sejati ... islam sejati
 
Minggu, 05 Februari 2012 • 13 Rabiul Awal 1433 Hijriah

Popular Content Scroller

Depresi Pasca Stroke dan Pengobatannya
Jasa Pengecatan Motif Petir
Melayani jasa pengecatan rumah, bangunan, tiang, pagar, kusen, taman dan CAT PETIR/DEKORASI untuk wilayah kota Palembang dan sekitarnya
Hub: SALIN - 085267076558
Notaris Rumiati Laila, SH
Jl. Letjen H. Alamsyah Ratu Prawira Negara No. 12 - Bukit Baru Palembang 30139 - Telepon (0711) 446050

 
Pasang Iklan
yahoo messenger status
infokito on facebook
 

Jadwal Sholat

Perkiraan Cuaca Kota Besar di Indonesia

sumber: bmg.go.id
Home arrow Blog

selamat datang di portal infokito network - jembatan informasi kito                -- Info Terpadu Kota Palembang --          
A blog of all sections with no images
Pangeran Krama Djaya, Riwayatmu Kini PDF Cetak E-mail
Penilaian Pengguna: / 0
Tuesday, 27 April 2010

Nama Pangeran Krama Djaya, memang tidak setenar Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) II. Namun sebagai menantu Sultan Mahmud Badaruddin II, Krama Djaya tercatat pernah menjadi penguasa Palembang pada tahun 1823-1825. Akibat bertentangan dengan Belanda, Krama Djaya dibuang ke Purbolinggo, Jawa Timur. Makamnya, dipercaya masyarakat serta zuriatnya (keturunan) berada di Jl Segaran, Lr Gubah Pangeran, belakang SDN 46, Kelurahan 15 Ilir, Kecamatan Ilir Timur (IT) I, Palembang. Ironisnya, kompleks makam Pangeran Krama Djaya tersebut sekarang dalam kondisi tidak terawat, rusak tanpa menyisahkan kesan bahwa makam tersebut adalah makam mantan penguasa Palembang.

Pemutakhiran Terakhir ( Tuesday, 27 April 2010 )
 
Djohan Hanafiah PDF Cetak E-mail
Penilaian Pengguna: / 1
Friday, 16 April 2010

Djohan HanafiahDjohan Hanafiah dilahirkan di Palembang pada 5 Juni 1939 dari pasangan Raden Muhammad Ali Amin dan Raden Ayu Ning Fatimah. Dia merupakan anak sulung dari tujuh bersaudara. Sejak remaja Djohan Hanafiah senang berpetualang. Menggunakan kereta api atau kapal laut, Djohan sering mengunjungi banyak tempat di Sumatera dan Jawa. Selama perjalanan itu, dia menikmati segala kekayaan budaya pada masyarakat Indonesia.

Rasa senangnya akan kebudayaan Indonesia ini dipengaruhi oleh pemikiran Ki Hajar Dewantara melalui pendidikan di Perguruan Taman Siswa—Djohan Hanafiah sekolah SD, SMP, SMA di Perguruan Taman Siswa. Selain itu, juga didorong pemikiran Bung Karno dan AK Gani mengenai nasionalisme atau Indonesia. Pada zaman revolusi berkisar tahun 1945-1946, Djohan Hanafiah dititipkan ke keluarganya di 26 Ilir, sementara kedua orangtuanya bergerilya ke pedalaman Sumatera Selatan melawan tentara NICA (Nederlandsch Indië Civil Administratie).

Pemutakhiran Terakhir ( Friday, 16 April 2010 )
 
Habib Hasan bin Muhammad Al Haddad (Mbah Priok) PDF Cetak E-mail
Penilaian Pengguna: / 4
Friday, 16 April 2010

makam mbah priokMbah Priok adalah seorang ulama. Masyarakat menyebutnya Habib. Ia dilahirkan di Palembang Ulu, Sumsel tahun 1727 dengan nama Al Imam Al'Arif Billah Sayyidina Al Habib Hasan bin Muhammad Al Haddad RA.

Al Imam Al Arif Billah belajar agama dari ayah dan kakeknya, sebelum akhirnya pergi ke Hadramaut, Yaman Selatan, untuk memperdalam ilmu agama. Menjadi penyebar syiar Islam adalah pilihan hidupnya.

Pemutakhiran Terakhir ( Friday, 16 April 2010 )
 
dr AK Gani PDF Cetak E-mail
Penilaian Pengguna: / 3
Saturday, 08 November 2008
 Tokoh
dr. Adnan Kapau Gani
triyono-infokito

Dr. Adnan Kapau Gani (1905 - 1968) lahir pada 16 September 1905 di Desa Palembayan, Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam (Bukittinggi). Menyelesaikan ELS di Bukittinggi pada tahun 1923. Masuk Sekolah kedokteran STOVIA di Jakarta. Tetapi pada tahun 1927 sekolah kedokteran itu ditutup, kemudian melanjutkan ke AMS dan tamat tahun 1928. Dan tahun 1929 sampai dengan tahun 1940 menyelesaikan kuliah di Sekolah Tinggi Kedokteran Jakarta (Geneeskundige Hoge School/GHS).
Pemutakhiran Terakhir ( Saturday, 08 November 2008 )
 
Syeikh Muhammad Azhari al-Falimbani PDF Cetak E-mail
Penilaian Pengguna: / 2
Saturday, 13 September 2008

Syeikh Muhammad Azhari al-Falimbani
Penyambung Ulama Palembang

Oleh Wan Mohd. Shaghir Abdullah

Penyelidikan awal yang saya lakukan terhadap ulama besar ahli sufi yang berasal dari Palembang, Sumatera Selatan ini dimulai dengan terdapat sebuah kitab berjudul Badi’uz Zaman, karyanya yang disebut oleh Syeikh Ahmad al-Fathani dalam karyanya Al-Fatawal Fathaniyah. Ada satu permasalahan Syeikh Ahmad al-Fathani tidak sependapat dengan Syeikh Muhammad Azhari al-Falimbani itu, yaitu mengenai perbahasan sifat “harus bagi Allah”. Menurut Syeikh Muhammad Azhari al-Falimbani “harus bagi Allah ada empat perkara”, sedangkan menurut Syeikh Ahmad al-Fathani dan pendapat ulama ahli tauhid “harus bagi Allah itu hanya satu sahaja”, yaitu “memperbuat sekalian mungkin atau meninggalkannya”.

 
Mirza Ghulam Ahmad PDF Cetak E-mail
Penilaian Pengguna: / 2
Saturday, 13 September 2008

Ensiklopedia
Mirza Ghulam Ahmad

Lahir di Qadian India 1255 H/1839 M, wafat di Qadian 24 Rabiulakhir 1326 bertepatan dengan 26 Mei 1908. Pendiri dan pemimpin gerakan Ahmadiyah yang berpusat mula-mula di Qadian, Gurdaspur India. Pemikiran-pemikirannya dalam bidang agama menjadi ajaran sekte Ahmadiyah.

Para pengikutnya dari kelompok Qadiani menganggapnya nabi, sedangkan kelompok Lahore menganggapnya mujaddid (pembaharu). Gelar ‘Mirza’ menunjukkan ia termasuk keluarga bangsawan keturunan Dinasti Mogul. Nenek moyangnya mempunyai hubungan keluarga dengan Zahiruddin Muhammad Babur, pendiri Dinasti Mogul (1526-1530). Ayahnya adalah hakim pemerintah kolonial Inggris di India.

 
Bagikan

iklan gratishubungi kamibuku tamupeta situssiaran radio islamikoran nasional
Jadwal Sholat Online

ingsun alam sejati ... iman sejati ... islam sejati

Related Items

metropalembang.com

Visitor Info

Ip address:38.107.179.221
Browser:CCBot/1.0 (+http://www.commoncrawl.org/bot.html)
Host:38.107.179.221