|
Tuesday, 27 April 2010 |
|
Nama Pangeran Krama Djaya, memang tidak setenar Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) II. Namun sebagai menantu Sultan Mahmud Badaruddin II, Krama Djaya tercatat pernah menjadi penguasa Palembang pada tahun 1823-1825. Akibat bertentangan dengan Belanda, Krama Djaya dibuang ke Purbolinggo, Jawa Timur. Makamnya, dipercaya masyarakat serta zuriatnya (keturunan) berada di Jl Segaran, Lr Gubah Pangeran, belakang SDN 46, Kelurahan 15 Ilir, Kecamatan Ilir Timur (IT) I, Palembang. Ironisnya, kompleks makam Pangeran Krama Djaya tersebut sekarang dalam kondisi tidak terawat, rusak tanpa menyisahkan kesan bahwa makam tersebut adalah makam mantan penguasa Palembang. |
|
Pemutakhiran Terakhir ( Tuesday, 27 April 2010 )
|
|
|
Friday, 16 April 2010 |
|
Djohan Hanafiah dilahirkan di Palembang pada 5 Juni 1939 dari pasangan Raden Muhammad Ali Amin dan Raden Ayu Ning Fatimah. Dia merupakan anak sulung dari tujuh bersaudara. Sejak remaja Djohan Hanafiah senang berpetualang. Menggunakan kereta api atau kapal laut, Djohan sering mengunjungi banyak tempat di Sumatera dan Jawa. Selama perjalanan itu, dia menikmati segala kekayaan budaya pada masyarakat Indonesia.
Rasa senangnya akan kebudayaan Indonesia ini dipengaruhi oleh pemikiran Ki Hajar Dewantara melalui pendidikan di Perguruan Taman Siswa—Djohan Hanafiah sekolah SD, SMP, SMA di Perguruan Taman Siswa. Selain itu, juga didorong pemikiran Bung Karno dan AK Gani mengenai nasionalisme atau Indonesia. Pada zaman revolusi berkisar tahun 1945-1946, Djohan Hanafiah dititipkan ke keluarganya di 26 Ilir, sementara kedua orangtuanya bergerilya ke pedalaman Sumatera Selatan melawan tentara NICA (Nederlandsch Indië Civil Administratie). |
|
Pemutakhiran Terakhir ( Friday, 16 April 2010 )
|
|
|
Friday, 16 April 2010 |
|
Mbah Priok adalah seorang ulama. Masyarakat menyebutnya Habib. Ia dilahirkan di Palembang Ulu, Sumsel tahun 1727 dengan nama Al Imam Al'Arif Billah Sayyidina Al Habib Hasan bin Muhammad Al Haddad RA.
Al Imam Al Arif Billah belajar agama dari ayah dan kakeknya, sebelum akhirnya pergi ke Hadramaut, Yaman Selatan, untuk memperdalam ilmu agama. Menjadi penyebar syiar Islam adalah pilihan hidupnya. |
|
Pemutakhiran Terakhir ( Friday, 16 April 2010 )
|
|
|
Saturday, 08 November 2008 |
Tokoh dr. Adnan Kapau Gani triyono-infokito
Dr. Adnan Kapau Gani (1905 - 1968) lahir pada 16 September 1905 di Desa Palembayan, Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam (Bukittinggi). Menyelesaikan ELS di Bukittinggi pada tahun 1923. Masuk Sekolah kedokteran STOVIA di Jakarta. Tetapi pada tahun 1927 sekolah kedokteran itu ditutup, kemudian melanjutkan ke AMS dan tamat tahun 1928. Dan tahun 1929 sampai dengan tahun 1940 menyelesaikan kuliah di Sekolah Tinggi Kedokteran Jakarta (Geneeskundige Hoge School/GHS). |
|
Pemutakhiran Terakhir ( Saturday, 08 November 2008 )
|
|
|
Saturday, 13 September 2008 |
|
Syeikh Muhammad Azhari al-Falimbani Penyambung Ulama Palembang Oleh Wan Mohd. Shaghir Abdullah Penyelidikan awal yang saya lakukan terhadap ulama besar ahli sufi yang berasal dari Palembang, Sumatera Selatan ini dimulai dengan terdapat sebuah kitab berjudul Badi’uz Zaman, karyanya yang disebut oleh Syeikh Ahmad al-Fathani dalam karyanya Al-Fatawal Fathaniyah. Ada satu permasalahan Syeikh Ahmad al-Fathani tidak sependapat dengan Syeikh Muhammad Azhari al-Falimbani itu, yaitu mengenai perbahasan sifat “harus bagi Allah”. Menurut Syeikh Muhammad Azhari al-Falimbani “harus bagi Allah ada empat perkara”, sedangkan menurut Syeikh Ahmad al-Fathani dan pendapat ulama ahli tauhid “harus bagi Allah itu hanya satu sahaja”, yaitu “memperbuat sekalian mungkin atau meninggalkannya”. |
|
|
Saturday, 13 September 2008 |
|
Ensiklopedia Mirza Ghulam Ahmad Lahir di Qadian India 1255 H/1839 M, wafat di Qadian 24 Rabiulakhir 1326 bertepatan dengan 26 Mei 1908. Pendiri dan pemimpin gerakan Ahmadiyah yang berpusat mula-mula di Qadian, Gurdaspur India. Pemikiran-pemikirannya dalam bidang agama menjadi ajaran sekte Ahmadiyah. Para pengikutnya dari kelompok Qadiani menganggapnya nabi, sedangkan kelompok Lahore menganggapnya mujaddid (pembaharu). Gelar ‘Mirza’ menunjukkan ia termasuk keluarga bangsawan keturunan Dinasti Mogul. Nenek moyangnya mempunyai hubungan keluarga dengan Zahiruddin Muhammad Babur, pendiri Dinasti Mogul (1526-1530). Ayahnya adalah hakim pemerintah kolonial Inggris di India. |
|
|
|