ingsun alam sejati ... iman sejati ... islam sejati
 
Minggu, 05 Februari 2012 • 13 Rabiul Awal 1433 Hijriah

Popular Content Scroller

Depresi Pasca Stroke dan Pengobatannya
Jasa Pengecatan Motif Petir
Melayani jasa pengecatan rumah, bangunan, tiang, pagar, kusen, taman dan CAT PETIR/DEKORASI untuk wilayah kota Palembang dan sekitarnya
Hub: SALIN - 085267076558
Notaris Rumiati Laila, SH
Jl. Letjen H. Alamsyah Ratu Prawira Negara No. 12 - Bukit Baru Palembang 30139 - Telepon (0711) 446050

 
Pasang Iklan
yahoo messenger status
infokito on facebook
 

Jadwal Sholat

Perkiraan Cuaca Kota Besar di Indonesia

sumber: bmg.go.id
Home arrow Blog arrow Masjid Warisan Raden Saleh Nyaris Tergusur

selamat datang di portal infokito network - jembatan informasi kito                -- Info Terpadu Kota Palembang --          
Masjid Warisan Raden Saleh Nyaris Tergusur PDF Cetak E-mail
Penilaian Pengguna: / 2
BurukTerbaik 
Sejarah - Bandar Jakarta
Saturday, 04 September 2010

Masjid Warisan Raden Saleh Nyaris Tergusur 
Alwi Shahab

Wartawan Republika 

Masjid Al-Makmur di Jalan Raden Saleh, Jakarta Pusat, lebih dikenal dengan sebutan Masjid Cikini. Masjid ini diabadikan tahun 1940. Jika dipandang dari jembatan di atas Ciliwung, terlihat lengangnya lalu lintas di jalan raya kala itu. Terletak di daerah elite dan bersebelahan dengan Rumah Sakit Cikini milik Dewan Gereja Indonesia (DGI), bagi warga Jakarta masjid ini lambang keberhasilan umat Islam ketika menggagalkan penggusuran yang hendak dilakukan oleh DGI.

Untuk itu, di depan gapuranya terdapat lambang Partai Syarikat Islam Indonesia (PSII), pertanda Syarikat Islam (SI) di bawah pimpinan HOS Tjokroaminoto dan H Agus Salim yang berperan besar menggagalkan penggusuran itu.

Dahulunya, lokasi tempat berdirinya Masjid al-Makmur di tepian kali Ciliwung merupakan rumah kediaman pelukis tersohor, Raden Saleh. Pelukis kelahiran Semarang ini memiliki rumah dengan pekarangan luas, termasuk Taman Ismail Marzuki (TIM), Kolam Renang Cikini, SMP I Cikini, dan RS DGI Cikini. Ketika Raden Saleh bercerai dengan istrinya yang berkebangsaan Jerman dan menikah dengan gadis keraton Yogyakarta, dia menjual kediamannya kepada Sayid Abdullah bin Alwi Alatas, salah satu tokoh gerakan Pan-Islam. Di dalamnya, terdapat sebuah mushala sederhana yang dibangun tahun 1850.

Masjid al Makmur
Masjid warisan Raden Saleh nyaris tergusur [Foto: CIPTA LOKA CARAKA]

Masjid Al-Makmur di Jl Raden Saleh dibangun pada 1923/1924 dan merupakan pindahan dari mushala kecil yang berada di kediaman Raden Saleh. Rumah bak istana ini kemudian dijual Sayid Abdullah bin Alwi Alatas kepada Koningen Emma Stichting (Yayasan Ratu Emma), nenek buyut ratu Belanda sekarang ini. Setelah proklamasi, yayasan ini diberikan kepada DGI yang kemudian membangun RS Cikini. Mushala kecil itu akhirnya dipindah ke lokasi masjid sekarang ini.

Menurut Adolf Heyken SJ dalam Masjid-masjid Tua di Jakarta, pemindahan ini dilakukan demi kepentingan jamaah supaya dapat menggunakan air Ciliwung yang masih bersih pada awal abad ke-20. Sementara itu, menurut salah seorang pengurusnya yang pernah saya wawancarai, setelah masjid dipindah, pihak yayasan masih tetap mengklaim tanah tersebut milik mereka dan menuntut masjid digusur. Hal ini menusuk hati umat Islam hingga HOS Tjokroaminoto dan H Agus Salim menentang pembongkaran rumah ibadah ini. Pertentangan ini menciutkan hati Belanda. Setelah itu, H Agus Salim membangun masjid permanen yang kini masih kita jumpai keberadaannya.

Ketika mendatangi masjid bersejarah ini menjelang hari-hari berakhirnya Ramadhan 1431 H, terlihat kesibukan panitia zakat fitrah untuk fakir miskin. Malamnya, beberapa jamaah beriktikaf dalam masjid, melepaskan diri dari kesibukan duniawi dengan menyerahkan diri dan mendekatkan kepada-Nya. Nabi Muhammad SAW melakukan iktikaf sepuluh hari terakhir pada bulan Ramadhan. Kebiasaan ini dilakukan Nabi SAW sejak datang di Madinah hingga beliau wafat. Kebiasaan yang banyak diteladani oleh umatnya.***republika/infokito.net

***disadur dari sebuah tulisan di harian republika

Kata Kunci

masjid, raden saleh, cikini

___dilihat 1819 kali___

 
< Sebelumnya   Berikutnya >
Bagikan

iklan gratishubungi kamibuku tamupeta situssiaran radio islamikoran nasional
Jadwal Sholat Online

ingsun alam sejati ... iman sejati ... islam sejati