ingsun alam sejati ... iman sejati ... islam sejati
 
Minggu, 05 Februari 2012 • 13 Rabiul Awal 1433 Hijriah

Popular Content Scroller

Depresi Pasca Stroke dan Pengobatannya
Jasa Pengecatan Motif Petir
Melayani jasa pengecatan rumah, bangunan, tiang, pagar, kusen, taman dan CAT PETIR/DEKORASI untuk wilayah kota Palembang dan sekitarnya
Hub: SALIN - 085267076558
Notaris Rumiati Laila, SH
Jl. Letjen H. Alamsyah Ratu Prawira Negara No. 12 - Bukit Baru Palembang 30139 - Telepon (0711) 446050

 
Pasang Iklan
yahoo messenger status
infokito on facebook
 

Jadwal Sholat

Perkiraan Cuaca Kota Besar di Indonesia

sumber: bmg.go.id
Home arrow Blog arrow Pasar Gambir Tempo Doeloe

selamat datang di portal infokito network - jembatan informasi kito                -- Info Terpadu Kota Palembang --          
Pasar Gambir Tempo Doeloe PDF Cetak E-mail
Penilaian Pengguna: / 1
BurukTerbaik 
Sejarah - Bandar Jakarta
Monday, 18 May 2009

Pasar Gambir Tempo Doeloe
Alwi Shahab
Wartawan Republika

Foto awal 1940-an (sebelum Belanda takluk pada Jepang) memperlihatkan suasana Pasar Gambir yang tiap tahun menyelenggarakan peringatan hari kelahiran Ratu Wilhelmina pada 31 Agustus 1880. Di hari yang sama, pada 1898, dalam usia 18 tahun, nenek Ratu Beatrix ini dinobatkan sebagai raja. Saat penobatan, di Batavia berlangsung pesta besar-besaran yang dipusatkan di Koningsplein (Lapangan Raja) di depan Istana Negara sekarang. Kemudian, kemeriahan ini diselenggarakan tiap tahun di tempat yang dikenal dengan Pasar Gambir karena rakyat menyebutnya Lapangan Gambir. Lokasi Pasar Gambir yang semula di depan Istana kemudian dipindahkan ke depan Balai Kota Jakarta.

 

pasar gambir

 Suasa Pasar Gambir awal tahun 1940-an (arsip nasional-republika)

(klik gambar untuk memperbesar)

Pesta tahunan yang diadakan di Pasar Gambir selalu yang paling meriah selama masa kolonial. Hal itu berakhir ketika Balatentara Jepang menduduki Batavia (1942). Pasar Gambir mula-mula berlangsung seminggu, kemudian diperpanjang menjadi dua minggu. Setelah 30 tahun berhenti, gubernur DKI Jakarta, Ali Sadikin, meneruskannya dengan Pekan Raya Jakarta (PRJ). Letaknya juga di tempat yang sama sebelum dipindahkan ke bekas Bandara Kemayoran. Kalau Pasar Gambir untuk  menyambut penobatan ratu Belanda, PRJ guna memperingati HUT Jakarta.

Sambutan masyarakat terhadap Pasar Gambir ketika itu cukup besar. Tahun 1906, dilaporkan bahwa pengunjungnya mencapai 75 ribu orang. Jumlah yang besar karena penduduk Jakarta hanya dalam jumlah ratusan ribu jiwa. Sama seperti PRJ, di Pasar Gambir juga dipamerkan dan dijual berbagai barang kerajinan dari berbagai daerah Nusantara. Salah satu atraksi yang digemari masyarakat adalah panjat pinang, seperti pesta perayaan 17 Agustus di kampung-kampung. Hadiahnya juga berbagai  barang, seperti baju dan kaos.

Ketika itu, hiburan yang paling digemari adalah lagu-lagu keroncong. Biduanita paling beken adalah Annie Landow. Sedangkan, prianya adalah Bram Titaley atau Bram Aceh. Pada tahun 1970-an, ia masih suka menyanyi keroncong dan lagu-lagu Hawaian di TVRI bersama mantan kapolri Jenderal (Pol) Hoegeng.***republika

kata kunci

jakarta, pasar gambir, gambir, istana negara

___dilihat 4208 kali___

Pemutakhiran Terakhir ( Wednesday, 03 March 2010 )
 
< Sebelumnya   Berikutnya >
Bagikan

iklan gratishubungi kamibuku tamupeta situssiaran radio islamikoran nasional
Jadwal Sholat Online

ingsun alam sejati ... iman sejati ... islam sejati