jasad adam ... ruh muhammad ...
 
Kamis, 23 Februari 2012 • 30 Rabiul Awal 1433 Hijriah

Popular Content Scroller

Depresi Pasca Stroke dan Pengobatannya
Jasa Pengecatan Motif Petir
Melayani jasa pengecatan rumah, bangunan, tiang, pagar, kusen, taman dan CAT PETIR/DEKORASI untuk wilayah kota Palembang dan sekitarnya
Hub: SALIN - 085267076558
Notaris Rumiati Laila, SH
Jl. Letjen H. Alamsyah Ratu Prawira Negara No. 12 - Bukit Baru Palembang 30139 - Telepon (0711) 446050

 
Pasang Iklan
yahoo messenger status
infokito on facebook
 

Jadwal Sholat

Perkiraan Cuaca Kota Besar di Indonesia

sumber: bmg.go.id
Home arrow Blog arrow Segitiga Cikini 1940-an

selamat datang di portal infokito network - jembatan informasi kito                -- Info Terpadu Kota Palembang --          
Segitiga Cikini 1940-an PDF Cetak E-mail
Penilaian Pengguna: / 1
BurukTerbaik 
Sejarah - Bandar Jakarta
Tuesday, 08 November 2011
Foto tahun 1940-an memperlihatkan Segitiga Cikini Raya tahun 1940-an. Begitu sunyinya jalan ini hingga tidak tampak satu pun kendaraan bermotor yang kini sangat dahsyat memacetkan kawasan kota tua ini. Yang tampak saat itu adalah pengendara sepeda yang dengan bebas dan leluasa menggenjot kendaraannya tanpa rasa takut.

Gedung yang berada di tengah adalah Nederland che Apotheek (Apotek Neder landche), yang setelah penyerahan kedaulatan diganti menjadi Apotek Cikini. Di sebelah kiri adalah Jalan Cikini Raya dan di sisi kanan adalah Jalan Mampang yang begitu sunyi senyap dan penuh pepohonan. Apotek tersebut kini menjadi pertokoan. Terlihat penerangan jalan yang kini sudah tidak kita jumpai lagi.

Segitiga Cikini

Segitiga Cikini [Foto: DOK ARSIP NASIONAL/repubika]

Di tengah-tengah terdapat sebuah tiang yang dijadikan reklame oleh pabrik ban merek Dunlop. Di bagian kiri terlihat rel trem listrik yang membelok ke arah Kalipasir menuju Kramat, Senen, Sawah Besar, dan Jakarta Kota. Di Jalan Cikini Raya sampai kini kita masih dapati pabrik roti terkenal Maison Benny serta toko Laba-Laba yang memproduksi berbagai tas, sepatu, dan produk lainnya dari kulit binatang.

Di Cikini Raya juga terdapat Taman Ismail Marzuki (TIM), yang sampai awal 1960-an masih merupakan kebun binatang sebelum dipindahkan oleh Gubernur Ali Sadikin. Di kebun binatang inilah, Bing Slamet, Iskak, Eddy Sud, dan Ateng setiap Ahad menghibur pengunjung. Kebun Binatang Cikini dulunya merupakan kediaman pelukis kenamaan Raden Saleh.

Setelah kebun binatang dipindahkan ke Ragunan, berdiri Bioskop Garden Hall yang memutar film-film Amerika Serikat. Di dekatnya terdapat Bioskop Podium yang bangunannya lebih kecil. Bioskop ini banyak didatangi warga Belanda karena film filmnya masih memakai teks bahasa tersebut.

Di TIM dahulu terdapat lapangan tenis yang kini sudah tergusur. Di lapangan inilah tempat berlatih bintang-bintang tenis 1960-an, seperti Tan Liep Tjau dan Kece Sudarsono. Dua pemain ini pernah merajai kejuaraan tenis di Asia. Di sebelahnya terdapat kolam renang yang dibangun pada tahun 1910-an.

Berdekatan dengan Cikini adalah Gondangdia, yang sekarang bernama Jalan RP Soeroso. Hingga terkenal istilah atau pantun “Cikini di Gondangdia, badan begini karena dia” untuk menyindir orang yang sedang kasmaran. Meski Jalan Gondangdia sudah diganti, tidak mudah mengubah lidah Betawi yang sudah biasa selama puluhan tahun menyebut Gondangdia.

Di Cikini terdapat sebuah pasar yang menjual bunga-bunga dan keranjang untuk parsel di halaman Stadion Cikini. Para pengusaha parsel menuturkan sejak adanya larangan untuk mengirimkan parsel kepada para pejabat, omzet penjualan mereka menurun drastis. Di Cikini terkenal pula ada makam Habib Cikini, yang sekarang banyak diziarahi orang karena airnya sudah bertahun-tahun tidak pernah berhenti mengucur.

Habib Cikini adalah ayah dari Habib Ali Kwitang, yang mendirikan majelis taklim di Kwitang sekitar satu abad lalu. Hingga kini, tiap Ahad pagi tempat itu masih dihadiri ribuan jamaah. Nama ayahnya yang dimakamkan di Cikini adalah Habib Abddullah, dan masih saudara pelukis terkenal Raden Saleh. Dia menikah dengan putri seorang ulama Betawi.***alwi shahab/republika

***disadur dari sebuah tulisan alwi shahab di harian republika

Kata Kunci

bandar jakarta, jakarta, cikini, cikini raya

___dilihat 385 kali___

Pemutakhiran Terakhir ( Tuesday, 08 November 2011 )
 
Berikutnya >
Bagikan

iklan gratishubungi kamibuku tamupeta situssiaran radio islamikoran nasional
Jadwal Sholat Online

ingsun alam sejati ... iman sejati ... islam sejati