| Seminar Nasional OPT Jahe dan Nilam 2008 |
|
|
|
| Saturday, 04 October 2008 | |
|
Seminar Nasional OPT Jahe dan Nilam 2008 Dalam rangka pengembangan pertanaman jahe (Zinger officinalle) dan Nilam (Pogestemon cablin Benth), Balai Penelitian Tanaman obat dan Aromatik, Badan Litbang Pertanian mengadakan suatu seminar yang dilaksanakan pada tanggal 4 November 2008. Adapun tujuan seminar ini tukar menukar informasi dan pengalaman dalam pengendalian OPT jahe dan Nilam. Dan diharapkan berguna bagi pengendalian yang berguna mengurangi kerugian akibat OPT pada Jahe dan Nilam.
Minyak nilam memang unsur pengikat wangi terbaik pada parfum. Pasalnya, minyak ini memiliki daya lekat kuat, sehingga aroma wanginya tidak mudah hilang atau menguap. Keunggulan lainnya adalah dapat larut dengan alkohol dan dicampur dengan minyak esteris lain. Dibandingkan dengan minyak atsiri yang dihasilkan dari tanaman lain, minyak nilam paling diunggulkan keharumannya. Data ekspor jahe Indonesia rata-rata meningkat 32,75 % per tahun. Sedangkan pangsa pasar jahe Indonesia terhadap pasar dunia 0,8 %, berarti peluang Indonesia ekspor jahe Indonesia masih memiliki potensi untuk pangsa ekspor. Dalam pengembangan tanaman obat sangat cerah pada masa mendatang ditinjau dari pelbagai faktor penyokong. Antara faktor penyokongnya sebagai berikut: tersedianya sumber kekayaan alam Indonesia dengan keanekaragaman hayati terbesar kedua di dunia, sejarah pengobatan tradisional yang telah dikenal lama oleh nenek moyang bangsa Indonesia. **sumber: Balitro, Litbang Deptan dan info sumber terkait, data diolah oleh F. Hero K. Purba
|
| < Sebelumnya | Berikutnya > |
|---|













Untuk minyak nilam sendiri aroma minyak nilam sangat khas, sehingga kerap dimanfaatkan orang sebagai pengikat (fikatif) wangi pada parfum ataupun kosmetika. 



