ingsun alam sejati ... iman sejati ... islam sejati
 
Kamis, 23 Februari 2012 • 30 Rabiul Awal 1433 Hijriah

Popular Content Scroller

Depresi Pasca Stroke dan Pengobatannya
Jasa Pengecatan Motif Petir
Melayani jasa pengecatan rumah, bangunan, tiang, pagar, kusen, taman dan CAT PETIR/DEKORASI untuk wilayah kota Palembang dan sekitarnya
Hub: SALIN - 085267076558
Notaris Rumiati Laila, SH
Jl. Letjen H. Alamsyah Ratu Prawira Negara No. 12 - Bukit Baru Palembang 30139 - Telepon (0711) 446050

 
Pasang Iklan
yahoo messenger status
infokito on facebook
 

Jadwal Sholat

Perkiraan Cuaca Kota Besar di Indonesia

sumber: bmg.go.id
Home arrow Blog arrow Situs-Situs Megalitik Pasemah

selamat datang di portal infokito network - jembatan informasi kito                -- Info Terpadu Kota Palembang --          
Situs-Situs Megalitik Pasemah PDF Cetak E-mail
Penilaian Pengguna: / 1
BurukTerbaik 
Info Sumatera Selatan - Khazanah Sumsel
Sunday, 05 July 2009

Secara umum kebudayaan megalitik mengacu kepada dan berorientasi pada kekuatan-kekuatan supra natural yang mengaitkan pada kepercayaan akan adanya kekuatan gaib pada benda maupun makhluk hidup dan kepercayaan adanya kekuatan roh dan kekuatan pada arwah nenek moyang ( Haris Sukendar, 2003: 27 ). Interaksi manusia dengan leluhurnya mengalami perkembangan yang luar biasa pada masa berlangsungnya kebudayaan megalitik.

Aspek religi pada masyarakat megalitik Pasemah bermuara pada eksistensi bangunan-bangunan megalitik yang terdapat di dataran tinggi Pasemah yang sudah mengalami kemajuan, seiring dengan terjaminnya kebutuhan hidup dan dengan ciri kehidupan yang sudah menetap.

Eksistensi bangunan megalitik di dataran tinggi Pasemah oleh salah seorang arkeolog bangsa asing dikatakan: the strongly dynamic agitated yaitu berdasarkan atas bukti-bukti akan tampilnya arca-arca megalitik yang sifatnya dinamis dan menunjukkan perubahan-perubahan secara mendasar dari bentuk arca menhir yang sifatnya statis kepada arca-arca yang dipahatkan dengan anggota tubuh dan badan yang mengandung gerak bervariasi ( Haris Sukendar, 1999:8 ).

Tradisi megalitik merupakan suatu tradisi yang berhubungan erat dengan batu-batu besar. Situs-situs megalitik di daratan tinggi Pasemah meliputi daerah yang luasnya sekitar 80 km2. Situs-situs megalitik tersebar di dataran tinggi, di puncak gunung, di lereng dan ada yang di lembah. Pada umumnya situs-situs megalitik berada di ketinggian 400 meter dpl, karena terletak di dataran tinggi maka daerah ini mempunyai curah hujan yang tinggi sepanjang tahun.

Daerah Pasemah wilayahnya meliputi Bukit Barisan dan di kaki pegunungan Gumai. Satuan morfologi pegunungan merupakan tempat tersedianya bahan batu hasil letusan gunung api Dempo yang menyebarkan lahar dan lava serta batu-batuan vulkanis. Letusan gunung api inilah yang menyebarkan batu-batuan sampai ke daerah – daerah yang termasuk satuan morfologi bergelombang dan satuan morfologi daratan. Selain itu  di daerah Pasemah terdapat alur-alur sungai besar dan kecil yang memudahkan transportasi air dan sumber kehidupan. Pada umumnya keadaan alam yang subur memudahkan mereka untuk berkebun dan membudidayakan ternak dan membuat rumah - rumah hunian dengan tiang yang tinggi.

Data awal yang membahas tentang bangunan megalitik dan arca-arca megalitik di Pasemah adalah L.Ullmann,1850 yang menulis artikel tentang “Hindoe-belden in de binnenlanden van Palembang”. Selanjutnya E.P Tombrink dan Westenenk menyimpulkan yang sama bahwa peninggalan di daerah Pasemah merupakan hasil dari pengaruh Hindu. Kemudian pada tahun 1930 -1932 Van Erde seorang tokoh bangsa Belanda menugaskan ahli yang lain yaitu Van der Hoop untuk memulai penelitiannya tentang latar belakang tinggalan batu besar Pasemah.

Dari penelitian yang dilakukannya tersebut maka pada tahun 1932 diterbitkanlah sebuah buku yang menarik berjudul “Megalithic Remains in South Sumatra”. Dari hasil penelitiannya ini maka terbukalah cara pandangbaru tentang tinggalan megalitik di bumi Pasemah. Penelitian tentang tinggalan megalitik di Pasemah ini selanjutnya diteliti lagi oleh beberapa arkeolog dari Puslitbang Arkenas di Jakarta dan juga oleh beberapa peneliti dari Balai Arkeologi Palembang.

Berikut sejumlah situs yang mengandung tinggalan arkeologi di Pasemah

Situs-situs Arca Megalitik

  • Situs Tanjung Aro menggambarkan pahatan  seseorang sedang berkelahi melawan  ular
  • Situs Muara Danau menggambarkan pahatan seorang menggendong anak
  • Situs Muara Dua menggambarkan seseorang yang menggendong sesuatu   pada punggungnya
  • Situs Gunung Megang menggambarkan tokoh manusia yang menindih gajah dalam posisi terlentang
  • Situs Tebing Tinggi dipahatkan gambaran orang    mengendarai   kerbau
  • Situs Benua Keling dipahatkan orang naik gajah
  • Situs Gunung Megang terdapat arca kepala manusia
  • Situs Kota Raya Lembak terdapat arca kepala manusia
  • Situs Tinggi hari dipahatkan seseorang sedang duduk dengan menggendong gajah kecil, dan arca babi hutan yang belum selesai, selain itu terdapat menhir yang terdapat tokoh manusia dan buaya.
  • Situs Sinjar Bulan terdapat pahatan orang duduk membimbing anak kecil
  • Situs Tebat Sibentur dipahatkan seseorang memakai kalung.
  • Situs tegur wangi terdapat arca 3 buah
  • Situs Tanjung Sirih terdapat arca yang menggambarkan orang naik kerbau, orang memakai helm,dua orang bergendongan dan harimau menekam anak kecil.
  • Situs Tanjung Telang terdapat pahatan orang membopong  gajah.
  • Arca dari situs di Air Purah, melukiskan dua orang prajurit yang berhadap-hadapan, seorang memegang tali yang diikatkan pada hidung kerbau, dan yang lain memegang  tanduk kerbau

Lukisan pada batu cadas dan kubur batu

  • Situs Tanjung Aro, lukisan orang naik kerbau
  • Situs Kotaraya Lembak hiasan sulur-suluran, binatang melata, lingkaran consentris
  • Situs Tegur wangi dipahatkan gambar orang berlari sambil bawa nekara di punggung, serta terdapat semacam sinar dan sayap. Pada bagian dinding bawah batu cadas terdapat tiga buah manusia kangkang dan goresan garis-garis serta lubang –  lubang kecil
  • Situs Muara Pinang terdapat goresan berbentuk manusia
  • Situs Gunung Megang dipahatkan padsa batu datar menggambarkan garis – garis berbentuk ikan dan  tombak
  • Situs di Tebat Sibentur menggambarkan anggota badan sebatas dada ke bawah

Berikut batu megalitik pasemah seorang nahar cahyandaru yang diambil dari blog barabudur.blogspot.com.

situs tinggi hari
Arca Manusia di Situs Tinggi Hari
 
kubur batu
Kubur Batu di Situs Tanjung Aro
 
menhir
Menhir di Situs Karang Dalam
 
batu putri
Batu Putri di Situs Tanjung Telang, menggambarkan orang yang sedang menggendong gajah

***sumber:
* Kristantina Indriastuti, Religi dan Seni Masa Prasejarah - Kajian di Situs-Situs Megalitik Pasemah
* Gambar oleh nahar cahyandaru [http://barabudur.blogspot.com]

kata kunci

kebudayaan megalitik, megalitik, pasemah, situs kebudayaan, arca

• dilihat 9063 kali •

Pemutakhiran Terakhir ( Sunday, 05 July 2009 )
 
< Sebelumnya   Berikutnya >
Bagikan

iklan gratishubungi kamibuku tamupeta situssiaran radio islamikoran nasional
Jadwal Sholat Online

ingsun alam sejati ... iman sejati ... islam sejati